Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax memengaruhi pola pembelian bensin masyarakat. Sejumlah pengendara terlihat beralih ke Pertalite demi menekan pengeluaran harian.
Seperti yang terjadi di SPBU 34.111.03 KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2026), antrean kendaraan roda dua di jalur Pertalite tampak mengular sejak pagi. Sebaliknya, jalur pengisian Pertamax terlihat jauh lebih lengang.
Bahkan, sekitar pukul 09.45 WIB, area pengisian Pertamax sempat kosong tanpa antrean kendaraan.
Kondisi tersebut menandakan perubahan pilihan bahan bakar masyarakat setelah kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 yang berlaku mulai hari ini.
Meski begitu, beberapa pengendara terlihat memilih mengisi Pertamax akibat tingginya antrean di jalur Pertalite. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu lama menunggu.
Diperkirakan beberapa masyarakat memilih tetap menggunakan Pertamax karena terburu-buru, mengingat antrean Pertalite sangat mengular.
Hal serupa juga terjadi di SPBU di Banyuwangi. Tampak antrean mengular panjang untuk jalur pengisian BBM jenis pertalite. Sementara untuk jalur Pertamax tampak kosong.
Muhammad Nurul, warga Kelurahan Sobo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi mengatakan, ia rutin menggunakan Pertamax untuk kendaraannya sebelum harga naik. Bagi dia, harga Pertamax sebelumnya masih terjangkau karena hanya berselisih Rp 2.300 per liter dengan Pertalite.
“Sekarang harganya sudah naik signifikan. Biaya operasional harian untuk kendaraan jadinya meningkat,” kata Nurul.
Ia mengatakan, kenaikan harga Pertamax dibarengi dengan kenaikan harga kebutuhan lain. Untuk kendaraan saja, misalnya, harga oli sudah naik dalam beberapa waktu terakhir.
Belum lagi harga beberapa kebutuhan pokok yang lebih dulu melejit. Untuk itu, Nurul beranggapan bahwa menekan pengeluaran menjadi salah satu solusi terbaik.
“Karena selisih cukup jauh antara Pertamax dan Pertalite, jadi sekarang pakai Pertalite saja,” kata dia.
“Kalau beli Pertalite, harus antre panjang. Tapi tidak apa-apa yang penting bisa menekan biaya pengeluaran rutin,” tambah dia.

