Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Direktur Reserse Kriminal Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jawa Timur Kombes Pol Ganis Setyaningrum meraih gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

“Alhamdulillah sidang terbuka hari ini berjalan lancar. Banyak pertanyaan yang muncul dari para promotor, penyanggah, maupun akademisi yang hadir terkait bagaimana peran Polwan dan kontribusi yang dapat diberikan kepada institusi kepolisian saat ini,” kata Ganis dalam Ujian Doktor Terbuka Program Studi S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya, Rabu.

Disertasi berjudul “Anteseden Kemampuan Berubah Organisasi untuk Meningkatkan Kinerja Kepolisian: Studi Multilevel dalam Perspektif Kepemimpinan Polisi Wanita” mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan organisasi kepolisian beradaptasi terhadap perubahan dengan menempatkan kepemimpinan polisi wanita (Polwan) sebagai salah satu elemen penting.

“Melalui penelitian ini kami ingin menunjukkan bahwa Polwan memiliki peran penting dalam mendukung perubahan organisasi dan peningkatan kinerja kepolisian,” ujar Ganis.

Dalam pemaparannya, Ganis menjelaskan perubahan lingkungan strategis yang berlangsung cepat menuntut institusi kepolisian terus bertransformasi guna menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kinerja internal.

Penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya kepemimpinan transformasional yang mampu mendorong anggota organisasi untuk beradaptasi, berinovasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ke depan kami ingin menularkan semangat peningkatan kompetensi kepada rekan-rekan Polwan lainnya. Kompetensi harus terus ditingkatkan, baik melalui pendidikan formal, informal, maupun pelatihan-pelatihan yang mendukung pelaksanaan tugas. Semua itu dilakukan agar kita dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugas masing-masing,” ucapnya.

Menurut Ganis, peningkatan kapasitas Polwan dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas perlu terus diperkuat seiring tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan kepolisian profesional, humanis, dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial.

Di hadapan peserta sidang dan tamu undangan, Ganis juga menekankan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat bagi setiap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Ia menilai kesempatan yang kini diberikan kepada Polwan untuk berkembang dan menempuh pendidikan lebih tinggi harus dimanfaatkan secara optimal.

Perjalanan akademik Ganis terbilang menarik karena memiliki latar belakang pendidikan sarjana kimia dan pernah menjadi mahasiswa penerima beasiswa dari institusi kepolisian.

Setelah menempuh pendidikan di bidang sains, ia memperluas wawasan dengan mempelajari hukum sebelum akhirnya memilih program doktor PSDM di Unair.

“Bagi saya, di mana pun tempatnya adalah kelas dan setiap orang bisa menjadi guru. Karena itu saya ingin mempelajari bidang-bidang lain agar memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” ungkapnya.

Meski berhasil menyelesaikan studi dengan hasil membanggakan, Ganis mengaku menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesibukan tugas kedinasan hingga beberapa kali perpindahan penugasan yang menuntut konsentrasi tinggi.

Namun, dengan manajemen waktu yang baik serta dukungan keluarga, seluruh tantangan tersebut dapat dilalui.

“Tantangan terbesar adalah membagi waktu. Ada masa-masa ketika saya harus berpindah tugas dan menghadapi tanggung jawab yang membutuhkan konsentrasi penuh. Namun saya berusaha menjalani semuanya dengan baik tanpa mengabaikan prioritas yang harus diselesaikan,” katanya. ham