Kediri, PANDANGANRAKYAT.COM – Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendorong kepada sopir truk pengangkut tebu untuk mengangkut tebu dengan kualitas bahan baku terbaik sebagai upaya mendorong penerapan mutu bahan baku yang memenuhi standar.

Plh. General Manager PG Ngadiredjo Kabupaten Kediri Faiz Humami mengatakan kualitas bahan baku tebu (BBT) menjadi salah satu faktor yang menentukan kualitas gula kristal putih yang dihasilkan melalui proses pengolahan di pabrik gula.

“Oleh karena itu, PG Ngadiredjo menerapkan seleksi terhadap BBT yang diterima dengan mengutamakan tebu yang memenuhi prinsip Manis, Bersih, dan Segar (MBS),” katanya di Kediri, Jumat (31/7).

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada sopir truk pengangkut tebu dengan kualitas bahan baku terbaik sebagai upaya mendorong penerapan mutu bahan baku tebu yang memenuhi standar.

Apresiasi tersebut diberikan melalui program Jumat Berkah dengan memberikan masing-masing 10 kilogram gula kepada sopir truk yang mengangkut tebu kategori A atau tebu dengan mutu terbaik.

“Pada kesempatan Jumat Berkah ini kami mengapresiasi sopir truk yang beruntung dengan memberikan gula masing-masing 10 kilogram, yaitu mereka yang memuat tebu plontos dengan kriteria A,” kata Faiz Humami.

Ia berharap pemberian apresiasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para sopir truk pengangkut tebu untuk terus menjaga kualitas tebu yang disetorkan ke PG Ngadiredjo.

“Apresiasi ini sebagai motivasi kepada semua pengemudi pengangkut tebu agar semakin semangat menyetorkan tebunya dengan kualitas MBS. Apresiasi ini akan kami berikan setiap Jumat,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Tanaman PG Ngadiredjo Sabar Dwi Komaruddin menjelaskan terdapat sejumlah kategori dalam penerimaan bahan baku tebu di PG Ngadiredjo, mulai dari kategori A hingga G.

“Kategori A merupakan tebu yang bersih dari daduk (daun tebu kering), menggunakan tali tutus, serta tidak terdapat sogolan (tunas baru), pucuk, maupun material nontebu. Adapun kategori B masih terdapat sedikit pucuk dan daduk, tetapi tanpa sogolan dan material nontebu,” katanya.

Ia menambahkan untuk kategori C merupakan tebu yang terdapat sogolan, pucuk, dan daduk, termasuk tebangan cane harvester, tetapi tidak terdapat material nontebu. Kategori D merupakan tebu dengan banyak sogolan, daduk, dan tali pucuk tebu.

Kategori E merupakan tebu terbakar, sedangkan kategori F merupakan tebu yang masih tercampur material nontebu seperti tanah, batu, dan daun. Sementara kategori G merupakan tebu brondolan (potongan kecil batang tebu).

Sabar juga mengajak para pengemudi truk pengangkut tebu untuk ikut menyetorkan bahan baku dengan kualitas terbaik sehingga mutu tebu tetap terjaga sekaligus berpeluang memperoleh apresiasi dari PG Ngadiredjo. ham