Trenggalek, PANDANGANRAKYAT.COM – Ratusan siswa dan guru SMPN 1 Trenggalek mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Beberapa siswa sempat dilarikan ke layanan kesehatan.

Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud mengatakan para siswa dan guru merakan mual hingga diare berapa jam setelah mengonsumsi MBG pada Selasa (11/8/2026).

“Ada beberapa siswa kami yang memang mules setelah diindikasikan setelah Makan Bergizi Gratis (MBG) Selasa,” kaya Amir, Rabu (12/8/2026).

Kejadian bermula pada Selasa siang pihak sekolah mendapatkan pasokan 900 MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan menu sate tanpa tusuk. Makanan tersebut disantap oleh ratusan siswa dan puluhan guru.

Saat masih di sekolah seluruh penerima manfaat belum merasakan hal yang aneh. Namun, pada Selasa malam mulai banyak yang merasakan gejala keracunan seperti mual, diare hingga muntah.

Kejadian itu terus berlangsung hingga Rabu pagi. Saat di sekolah ratusan siswa banyak yang mengalami diare dan harus bolak-balik ke toilet.

“Ternyata di sekolah juga masih ada yang mules, anak-anak yang masih seperti itu kami izinkan untuk di ambil oleh orang tua,” ujarnya.

Dari hasil pendataan yang dilakukan pihak sekolah, terdapat 404 siswa dan 17 guru yang merasakan gejala serupa. Hingga kini sekolah masih terus melakukan pendataan siswa yang terdampak keracunan MBG.

“Kami juga sudah laporkan kejadian ini ke SPPG dan katanya mau dicek lagi,” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun detikjatim beberapa siswa sempat mendapatkan penanganan tim medis, bahkan salah satunya sempat dilarikan ke IGD RSUD dr Iskak Tulungagung.

Sementara itu salah seorang wali murid, Sri Wahyuni, mengatakan anaknya ikut merasakan gejala keracunan MBG. Menurutnya sejak Rabu dini hari anaknya mengalami perut mulas dan diare.

“Tadi malam mulai diare, kemudian ini tadi masuk dan latihan drum band juga beberapa kali ke toilet,” kata Yuni.

Hal senada disampaikan salah seorang siswa SMPN 1 Trenggalek Fafiano. Gejala keracunan mulai ia rasakan sejak pukul 14.00 WIB.

“Sore mulas mulai jam 14.00 Wib dan 7 kali ke kamar mandi, hari ini lumayan mereda setelah minta obat ke UKS,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah Plt Kepala Dinas Kominfo Trenggalek, Yusuf Widharto mengatakan saat ini tim gabungan dari dinas kesehatan dan satgas MBG masih turun tangan melakukan penelusuran terkait kejadian dugaan tersebut.

“Kami masih klarifikasi ke Puskesmas Trenggalek, nanti kalau sudah perkembangannya akan kami sampaikan,” kata Yusuf

Menurutnya kasus dugaan keracunan menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah. Pihaknya berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. ham