GRESIK – Pandanganrakyat.com – Di tengah keterbatasan fasilitas dan sumber pendanaan, banyak pesantren kecil di berbagai daerah mulai mencari cara untuk tetap bertahan dan menjalankan aktivitas pendidikan secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang kini banyak dikembangkan adalah menghadirkan toko pesantren sebagai basis kemandirian ekonomi untuk menopang biaya operasional harian.

Toko pesantren yang dikelola secara sederhana ini menjadi solusi nyata bagi kebutuhan santri sekaligus sumber pemasukan tambahan bagi lembaga. Dari kebutuhan alat tulis, makanan ringan, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan sehari-hari santri, semuanya dapat terpenuhi tanpa harus keluar lingkungan pesantren.

CEO PandanganRakyat.com, Didik Masduki yang akrab disapa Cak Duki, menilai bahwa pesantren kecil harus mulai memperkuat sistem ekonomi internal agar tidak terlalu bergantung pada iuran yang sering kali terbatas.

“Pesantren kecil itu hidup dari perjuangan. Maka toko pesantren bukan sekadar usaha kecil, tapi menjadi penyangga utama operasional pondok agar pendidikan tetap berjalan,” ujar Cak Duki.

Menurutnya, keberadaan toko pesantren tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para santri. Mereka belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian dalam mengelola usaha sederhana yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, hasil keuntungan dari toko pesantren dapat dialokasikan untuk membantu biaya listrik, air, kegiatan belajar mengajar, hingga perbaikan fasilitas pondok yang bersifat mendesak. Dengan demikian, pesantren kecil dapat tetap bertahan meski dengan sumber dana yang terbatas.

Cak Duki juga menambahkan bahwa model kemandirian ekonomi seperti ini perlu terus didorong karena sejalan dengan semangat pemberdayaan umat di tingkat akar rumput.

“Kalau pesantren kecil punya usaha sendiri, walaupun sederhana, itu sudah sangat membantu. Yang penting ada keberlanjutan dan semangat gotong royong di dalamnya,” tambahnya.

Fenomena tumbuhnya usaha kecil di lingkungan pesantren kecil kini menjadi gambaran bahwa pendidikan berbasis keagamaan juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga membangun sistem ekonomi mandiri yang menopang keberlangsungan lembaga.

Dengan hadirnya toko pesantren, pesantren kecil tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembelajaran kehidupan, kemandirian, dan penguatan ekonomi umat di tingkat desa.