Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berkolaborasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) profesional di bidang olahraga prestasi melalui program magang berdampak. Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam aktivitas pembinaan atlet di sejumlah cabang olahraga (cabor) Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur.
Para mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Kepelatihan Olahraga (PKO), Manajemen Olahraga, dan Pendidikan Jasmani. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman teoritis, tetapi juga belajar memahami secara langsung proses pembinaan dan pengelolaan olahraga prestasi di lapangan.
Wakil Ketua KONI Jawa Timur, Irmantara Subagio, Selasa (11/8/2026) mengatakan program magang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. “Ini sebenarnya program wajib dari seluruh perguruan tinggi, magang berdampak yang diwajibkan seluruh mahasiswa untuk melihat dunia nyata, khususnya dunia industri, baik secara langsung maupun tidak langsung,” kata Irmantara.
Menurutnya, mahasiswa Program Studi Kepelatihan Olahraga memiliki ruang belajar yang luas karena kompetensi yang mereka miliki sangat berkaitan dengan pembinaan olahraga prestasi. Lingkungan Puslatda, kata dia, menjadi salah satu tempat yang tepat untuk mengenalkan mahasiswa terhadap proses pembinaan atlet secara profesional.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan berinteraksi dengan pelatih serta mengikuti berbagai tahapan pembinaan atlet, mulai dari penyusunan program latihan, pelaksanaan latihan, hingga evaluasi perkembangan atlet. “Mereka sudah bertemu langsung dengan para pelatih untuk bisa melaksanakan kegiatan kurang lebih selama dua bulan,” ujarnya.
Sebanyak 14 mahasiswa PKO tersebut ditempatkan pada enam cabor, yakni renang, muay thai, IBCA MMA, pencak silat, taekwondo, dan wushu. Selama mengikuti program, mahasiswa diharapkan dapat terlibat aktif dalam kegiatan latihan sekaligus memberikan kontribusi sesuai kompetensi yang dimiliki. “Mereka akan membantu maksimal untuk mengaplikasikan ilmu yang ada dan diterapkan dalam dunia nyata. Mereka mungkin nanti akan mendapatkan pengalaman yang cukup banyak dan bisa diimplementasikan dalam sistem SKS,” jelasnya.
Selain mahasiswa PKO, program kolaborasi tersebut juga melibatkan sekitar 10 mahasiswa Manajemen Olahraga. Mereka diarahkan untuk membantu berbagai aktivitas yang berkaitan dengan administrasi dan pengelolaan kegiatan olahraga di lingkungan KONI Jawa Timur.
Sementara itu, dua mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Jasmani juga memperoleh kesempatan mengikuti program magang. Keterlibatan mereka dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik dalam kegiatan teknis seperti tes fisik maupun pekerjaan administrasi.
Irmantara berharap program magang berdampak tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Mahasiswa memperoleh pengalaman profesional secara langsung, sedangkan KONI maupun cabor mendapatkan dukungan tambahan dalam menjalankan proses pembinaan atlet.
Kolaborasi Unesa dan KONI Jawa Timur melalui program magang tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari kegiatan akademik selama dua bulan. Lebih dari itu, program ini menjadi langkah untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan pembinaan olahraga prestasi sekaligus menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi dan pengalaman praktis. Sinergi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem olahraga Jawa Timur, khususnya melalui keterlibatan generasi muda dalam mendukung proses pembinaan atlet secara profesional dan berkelanjutan. ham

