Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memuji perkembangan koperasi di Jawa Timur yang dinilai menjadi salah satu pilar koperasi nasional.
Kementerian Koperasi juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
“Jawa Timur ini menjadi salah satu pilar koperasi secara nasional. Kita mengatakan bahwasanya banyak koperasi-koperasi sukses di Jawa Timur menyumbang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) yang signifikan di dalam PDRB-nya Jawa Timur. Ini menjadi bukti bahwasanya koperasi di Jawa Timur menjadi lokomotif ekonomi ada di Jawa Timur,” kata Farida usai Rapat Koordinasi Sinergi Pemerintah dan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 di Surabaya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Farida, capaian tersebut menjadi kabar baik sekaligus pekerjaan rumah bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan penggerak koperasi yang diinisiasi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Upaya itu juga penting untuk menyukseskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk pada Mei.
Farida menyebut, sebelum program dari pemerintah pusat berjalan, ribuan koperasi di Jawa Timur telah tumbuh secara mandiri. Berbagai desa dan kelurahan juga telah mengembangkan unit usaha masing-masing.
“Ini bagian dari antusiasme masyarakat desa dan kelurahan untuk bener-bener mereka ambil peran menghidupkan koperasi di desanya masing-masing,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran fasilitas dan bangunan KDMP di setiap desa dan kelurahan akan menjadi kekuatan baru bagi koperasi. Dengan dukungan sarana, peralatan, dan logistik, koperasi yang sebelumnya berjalan mandiri diharapkan semakin berkembang.
“Ini menjadi suatu amunisi baru untuk masyarakat di Jawa Timur di setiap desa dan kelurahan mengambil peran menumbuhkan perekonomian di setiap desa dan kelurahan. Kita menganggap pergerakannya cukup positif dan masif di Jawa Timur. Tentu saja itu adalah hasil kerja keras Pemerintah Jawa Timur beserta dengan seluruh entitas yang ada, dan kita sangat berterima kasih sekali kepada Jawa Timur yang sudah sangat membantu menyukseskan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih tersebut,” jelasnya.
Di sisi lain, KDMP juga diproyeksikan menjadi pemasok kebutuhan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya telur dari peternak lokal. Saat ini Kementerian Koperasi masih mematangkan koordinasi dengan Kemenko Pangan, KDMP, dan BGN.
“Dengan di bawah koordinasi Pak Menko Pangan, kita harapkan ke depannya ini bisa kolaborasi, bisa bersinergi, di mana Koperasi Desa Merah Putih ke depannya diharapkan bisa mengambil peran untuk menjadi supplier di BGN atau di MBG,” urainya.
Farida menegaskan, sinergi KDMP dan MBG masih membutuhkan waktu karena proses operasionalisasi koperasi masih berjalan.
“Tentu ini masih proses karena persiapan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih juga masih berjalan. Ketika nanti ini sudah beroperasi, berjalan secara masif, kita akan kawinkan dengan MBG-MBG yang ada. Ini masih butuh waktu untuk bersinergi. Kira-kira begitu. Yang pasti, kedua hal ini adalah sama-sama program strategis nasional yang tujuannya untuk melibatkan masyarakat desa dan kelurahan untuk ambil peran dalam rangka pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. ham

