Pandanganrakyat.com– Warga Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memastikan perayaan Hari Raya Nyepi yang bertepatan dengan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah tetap berlangsung harmonis.
Salah satu pemuda Hindu setempat, Wisnu Adi Pramono, mengatakan bahwa masyarakat Desa Balun telah terbiasa hidup dalam keberagaman. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan ibadah yang berlangsung bersamaan tidak menjadi persoalan.
Menurutnya, umat Muslim tetap dapat menjalankan tradisi takbiran, sementara umat Hindu juga menjalankan rangkaian ibadah Nyepi dengan khidmat. Sikap saling menghormati ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
Ia menambahkan bahwa pihak pura, takmir masjid, serta tokoh agama lainnya telah melakukan koordinasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama perayaan berlangsung.
Menjelang Nyepi, warga Desa Balun juga mempersiapkan pawai ogoh-ogoh sebagai bagian dari tradisi. Sebanyak enam ogoh-ogoh berukuran besar disiapkan untuk ditampilkan di alun-alun desa.
Wisnu menjelaskan bahwa proses pembuatan ogoh-ogoh telah mencapai sekitar 85 persen. Meski waktu pengerjaan tahun ini relatif singkat, yakni sekitar satu bulan, warga optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu.
Menariknya, pembuatan ogoh-ogoh tersebut melibatkan partisipasi warga lintas agama, termasuk umat Muslim dan Kristen. Kolaborasi ini terutama terlihat pada tahap awal pembangunan yang membutuhkan tenaga dalam jumlah besar.
Secara teknis, ogoh-ogoh dibuat menggunakan rangka bambu yang dilapisi kertas, kemudian dicat sesuai karakter yang diinginkan. Biaya pembuatan setiap unit berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.
Pawai ogoh-ogoh dijadwalkan berlangsung pada Rabu (18/3/2026) di alun-alun desa dan terbuka untuk masyarakat umum.
Desa Balun sendiri dikenal sebagai Desa Balun yang dijuluki “Desa Pancasila” karena masyarakatnya hidup rukun dalam keberagaman agama. Momentum perayaan Nyepi yang beriringan dengan malam takbiran tahun ini semakin mempertegas kuatnya nilai toleransi yang dijaga warga setempat.
Ikuti Kami