Lumajang, PANDANGANRAKYAT.COM – Sebanyak 6 kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Adapun 6 titik terdampak krisis air bersih tersebut berada di Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.
Akibatnya, warga terdampak kekeringan harus bergantung dengan bantuan droping dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Dampak kekeringan itu salah satunya dirasakan Suriyati, warga di Kecamatan Gucialit, yang sudah dua bulan kesulitan air bersih.
Menurutnya, sumber mata air yang ada di wilayahnya mengecil akibat kemarau dan tidak bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang Yudhi Cahyono menjelaskan, pihaknya rutin mengirimkan 4 armada tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Masing-masing armada tersebut diakui mampu mengirimkan sebanyak 6 rit air bersih di daerah terdampak setiap hari.
“Langkah-langkah dari BPBD, kita sudah antisipasi dengan 4 armada tangki. Setiap tangki mengirimkan 6 kali rit setiap harinya,” katanya.
Kawasan krisis air bersih diprediksi akan semakin meluas ditandai dengan semakin bertambahnya titik droping.
Yudhi memastikan, upaya untuk mengcover seluruh kebutuhan air bersih di daerah terdampak akan dilakukan semaksimal mungkin. ham

