Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang terbaru serangan terhadap Iran yang berlangsung sekitar lima jam, menandai 10 malam berturut-turut operasi militer AS di negara tersebut.

Mengutip Reuters, Selasa (21/7/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru menyasar pusat komando militer Iran, lokasi peluncuran rudal dan drone, kemampuan maritim, serta sistem pertahanan udara.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi CENTCOM di media sosial X. Washington menyatakan operasi militer tersebut bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Konflik antara AS dan Iran dimulai setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Sejak perang berlangsung, serangan AS dan Israel ke Iran serta operasi militer Israel di Lebanon telah menyebabkan ribuan orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

Konflik tersebut juga memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengguncang pasar keuangan global.

Di pihak AS, jumlah personel militer yang tewas dalam perang meningkat menjadi 17 orang hingga akhir pekan lalu. Pada Senin (20/7), Presiden AS Donald Trump berjanji akan membalas serangan Iran yang menewaskan personel militer AS pada akhir pekan.

Dalam sepekan terakhir, Trump juga mengancam akan memperluas target serangan di Iran hingga mencakup fasilitas energi dan jembatan. Ancaman tersebut memicu perhatian para pakar hukum internasional.

Berdasarkan Konvensi Jenewa 1949, serangan terhadap fasilitas yang dianggap penting bagi kehidupan warga sipil dilarang dalam konflik bersenjata.

Sejumlah ahli hukum internasional di Amerika Serikat sebelumnya menilai bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil semacam itu berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang, apabila benar-benar dilakukan. ham